Rebelious soul inside a calm spirit weblog

Renungan dari sebuah perjalanan

 

Suatu saat aku sempat kembali merenungi diriku sendiri, hanya karena satu hal yang tak pernah terpikirkan olehku. Disaat aku pergi jauh, mereka menanti dengan penuh harap. Apalagi si kecil, dari sms bundanya, aku tahu dia sudah menungguku sejak lepas magrib di depan gerbang rumah. Tekadnya kuat, menungguku pulang dan tak mau masuk ke dalam rumah walau malam mulai larut, namun akhirnya kantuk dan lelahnya mengalahkan keinginannya menantiku yang terlambat pulang.

 

Aku tahu apa salahku, mungkin aku terlalu memaksakan keinginanku untuk pergi. Mungkin aku terlalu memaksakan ego ku, dan melupakan kalian yang lebih membutuhkanku  di waktu liburku. Sempat terbayang olehku wajah si kecil yang memanggilku lirih, atau saat dia bertanya kepada bundanya….’ayah kemana bunda ??? ‘.

 

Kutahu waktuku tak banyak tuk bersama kalian, andai saja kusadari betapa berharganya waktu berada diantara kalian. Mungkin tak sebanding dengan kesenanganku menikmati deru angin di atas sepeda motorku, berjalan beriringan bersama teman-teman, atau ketika menekuk setang motorku, melibas setiap tikungan yang ada, hingga semua adrenalin ini lepas…..Kutahu mungkin akan lebih indah bercengkerama bersama kalian di rumah, dalam hangatnya suasana, atau mengajari si kecil sedikit apa yang kumiliki tuk bekalnya dewasa kelak.

 

Maafkan aku jika aku lupa sayang, maafkan aku jika kemarin aku tak pernah sadari bahwa ada kalian di dalam hidupku. Aku tahu kalian yang selalu khawatir dengan keadaanku. Aku tahu aku pasti akan kembali kepada kalian, di dalam situasi apapun, kalian yang akan selalu menerima ku dengan tangan terbuka. Dan aku hanya bisa berdoa agar diberi keselamatan dalam setiap perjalanan ku pulang. Semoga aku tidak terlambat menyadari ini semua, semoga aku tidak terlambat untuk hadir diantara kalian….karena bila aku terlambat, aku pasti akan menyesali semuanya…..

 

 

Teriring Sayang….

 

Ayah…

 

 

Advertisements

One response

  1. Audi Rahardian

    Dalem banget renungannya…. Kadang egoisme itu muncul apabila menyangkut sesuatu yang kita sukai.. Semua kudu seimbang ajah, bagaimana cara mencari keadilan diantara hobi dan keluarga.. Namun teteb, keluarga di atas segalanya..

    September 18, 2008 at 11:16 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s